Dalam proses pemesinan logam, coolant memiliki peran penting untuk mengendalikan panas, memberikan pelumasan pada area pemotongan, membawa gram logam keluar dari zona kerja, serta membantu menjaga kualitas permukaan benda kerja. Namun, karena digunakan secara terus-menerus, kondisi coolant dapat berubah seiring waktu akibat penguapan, kontaminasi, masuknya tramp oil, penumpukan gram logam, debu, hingga pertumbuhan mikroorganisme.
Ketika volume coolant berkurang, tindakan yang paling umum dilakukan adalah top up. Langkah ini memang diperlukan untuk mengembalikan volume dan menjaga konsentrasi coolant tetap berada dalam rentang yang direkomendasikan. Namun, top up tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya bentuk perawatan.
Penambahan coolant baru tidak otomatis menghilangkan kontaminan yang sudah terkumpul di dalam tangki. Gram logam, endapan, tramp oil, dan kotoran tetap berada di dalam sistem. Akibatnya, coolant baru akan bercampur dengan cairan lama yang mungkin sudah mengalami penurunan kualitas. Volume memang kembali normal, tetapi sumber masalahnya belum terselesaikan.
Karena itu, perawatan coolant perlu dilakukan secara menyeluruh. Konsentrasi, pH, warna, bau, kestabilan emulsi, pembentukan busa, dan tingkat kontaminasi perlu diperiksa secara berkala. Kebersihan tangki, filter, pompa, serta jalur sirkulasi juga harus dijaga agar coolant tetap berada dalam kondisi ideal.
Tramp oil dari kebocoran oli hidraulik, slideway oil, atau pelumas mesin lainnya sebaiknya segera dipisahkan. Jika dibiarkan menumpuk di permukaan, tramp oil dapat mengganggu sirkulasi udara dan memperburuk kondisi coolant. Gram logam dan endapan juga perlu dibersihkan karena dapat menjadi tempat berkumpulnya kontaminan.
Coolant yang tidak terawat dapat menimbulkan bau tidak normal, perubahan warna, busa berlebih, korosi, endapan, hingga penurunan kualitas hasil pemesinan. Dampaknya, operator harus lebih sering melakukan koreksi, membersihkan mesin, menangani gangguan proses, atau mengganti coolant lebih cepat dari seharusnya.
Sebaliknya, coolant yang dipantau dan dirawat dengan baik cenderung memiliki masa pakai lebih panjang. Hal ini membantu mengurangi frekuensi penggantian total, menekan konsumsi coolant baru, serta menjaga proses produksi tetap stabil.
Dari sisi lingkungan, semakin sering coolant dibuang dan diganti, semakin besar pula kebutuhan coolant baru, air pencampur, bahan pembersih, kemasan, energi, transportasi, serta pengelolaan limbah.
Pada akhirnya, top up hanya menjaga jumlah coolant, sedangkan perawatan menjaga kualitas, performa, dan masa pakainya.Merawat coolant berarti menjaga mesin, proses, produk, dan lingkungan dalam satu langkah yang sama.
#SmartLubricationByWhizol #WhizolOilExpert #LiqtroSolution #LiqtroSpecialtyLubricant #MetalWorkingFluid
Email : sales@whizol.com
Instagram : @whizol
Facebook : Whizol
LinkedIn: Utama Karya Niaga
Notulen : Anastasia Levina