Dalam proses machining, cutting, drilling, tapping, maupun grinding, penggunaan cutting coolant memiliki peran penting untuk membantu pendinginan, pelumasan, pembuangan gram, serta menjaga kestabilan permukaan benda kerja. Namun, pada material aluminium, sering muncul pertanyaan: apakah cutting coolant dapat menyebabkan noda putih, bercak kusam, atau stain pada permukaan material?

Jawabannya adalah fakta!

Tetapi perlu dipahami bahwa cutting coolant biasanya bukan satu-satunya penyebab. Noda pada aluminium umumnya terjadi karena kombinasi beberapa faktor, seperti kondisi coolant, kualitas air, pH, konsentrasi, kontaminasi, dan cara penanganan material setelah proses machining.

Aluminium secara alami memiliki lapisan oksida tipis yang berfungsi melindungi permukaannya. Namun, lapisan ini dapat terganggu apabila terkena kondisi kimia yang kurang sesuai. Ketika lapisan pelindung tersebut tidak stabil, aluminium dapat terlihat kusam, muncul bercak putih, noda keabu-abuan, atau mengalami pitting ringan pada kondisi tertentu.

Salah satu faktor utama yang dapat memicu noda adalah pH coolant yang terlalu tinggi.

Banyak coolant berbasis air diformulasikan dalam kondisi alkali untuk membantu mencegah korosi pada besi dan baja. Namun, aluminium lebih sensitif terhadap alkalinitas berlebih. Selain itu, kualitas air juga sangat berpengaruh. Air dengan kandungan mineral tinggi, chloride, sulfate, atau conductivity tinggi dapat meningkatkan risiko terbentuknya noda, terutama ketika coolant mengering di permukaan aluminium.

Faktor lain yang perlu dikontrol adalah konsentrasi coolant. Konsentrasi yang terlalu rendah dapat mengurangi kemampuan pelumasan dan proteksi, sedangkan konsentrasi terlalu tinggi dapat meninggalkan residu berlebih. Residu coolant, mineral, emulsifier, garam, dan additive yang mengering dapat membentuk bercak atau lapisan kusam pada permukaan aluminium.

Selain itu, coolant yang tidak terawat juga dapat memperparah masalah. Kontaminasi tramp oil, gram halus, bakteri, cleaner, atau kotoran proses dapat mengubah pH, stabilitas emulsi, bau, dan kemampuan coolant dalam melindungi material.

Untuk mencegah noda, gunakan coolant yang kompatibel dengan aluminium, kontrol pH dan konsentrasi secara rutin, gunakan air berkualitas baik, serta pastikan material tidak dibiarkan basah terlalu lama setelah proses machining. Pada akhirnya, kualitas permukaan aluminium ditentukan oleh keseluruhan sistem proses, bukan hanya oleh coolant.


Email : sales@whizol.com

Instagram : @whizol

Facebook : Whizol

LinkedIn: Utama Karya Niaga

Notulen : Anastasia Levina

Bagikan Artikel Ini