Dalam proses manufaktur, satu jenis coolant terkadang digunakan untuk beberapa mesin sekaligus. Tujuannya cukup masuk akal: menyederhanakan persediaan, mempermudah pengelolaan coolant, dan menekan biaya pembelian. Karena pertimbangan tersebut, soluble oil yang membentuk emulsi putih susu atau milky emulsion sering ikut digunakan pada proses grinding.
Secara umum, soluble oil merupakan coolant berbasis mineral oil yang dicampurkan dengan air. Kandungan air memberikan fungsi pendinginan, sedangkan mineral oil membantu memberikan pelumasan pada area kontak. Karakteristik ini membuat soluble oil banyak digunakan pada proses machining seperti turning, milling, drilling, atau tapping yang membutuhkan keseimbangan antara cooling dan lubricity.
Namun, grinding memiliki karakteristik proses yang berbeda. Pada grinding, material tidak dipotong oleh satu mata potong, tetapi dikikis oleh banyak abrasive grain pada grinding wheel dengan kecepatan tinggi. Proses ini menghasilkan partikel logam yang sangat halus dan panas yang terkonsentrasi pada area kontak yang sempit. Karena itu, coolant untuk grinding harus lebih mengutamakan kemampuan pendinginan, pembasahan, dan pembilasan partikel atau flushing.
Ketika soluble oil digunakan pada proses grinding, kandungan mineral oil di dalam emulsi dapat membuat coolant kurang optimal dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Partikel hasil grinding yang sangat halus dapat bercampur dengan droplet minyak, tramp oil, dan kontaminan lain. Jika tidak didukung sistem filtrasi yang baik, campuran ini berpotensi membentuk deposit pada tangki, pipa sirkulasi, area mesin, maupun permukaan grinding wheel.
Pori-pori grinding wheel yang mulai tertutup partikel dapat menyebabkan kondisi wheel loading. Dalam kondisi ini, grinding wheel tidak lagi memotong secara efektif, tetapi lebih banyak bergesekan dengan permukaan benda kerja. Dampaknya, temperatur proses meningkat, kualitas permukaan menjadi kurang konsisten, dan kebutuhan dressing wheel menjadi lebih sering.
Soluble oil sering dipilih karena terlihat lebih murah. Namun, biaya coolant tidak seharusnya dihitung hanya dari harga per liter. Dalam proses grinding, total cost ownership juga mencakup umur grinding wheel, frekuensi dressing, waktu henti mesin, kebutuhan cleaning, konsumsi energi, stabilitas kualitas produk, serta potensi rework dan reject.
Untuk kebutuhan tersebut, Whizol Emulcut FS 06 hadir sebagai full synthetic grinding fluid berbasis glycol yang digunakan melalui pengenceran dengan air. Produk ini tidak mengandung mineral oil sehingga tidak membentuk milky emulsion. Formulasinya berfokus pada cooling, wetting, dan flushing untuk membantu membawa partikel grinding keluar dari area kontak serta menjaga grinding wheel tetap bekerja efektif.
Pada akhirnya, coolant bukan hanya cairan pendukung mesin. Coolant adalah bagian dari sistem produksi yang ikut menentukan produktivitas, kualitas, dan efisiensi biaya operasional.
#SmartLubricationByWhizol #WhizolOilExpert #LiqtroSolution #LiqtroSpecialtyLubricant #CuttingCoolantSolubleOil
Notulen : Anastasia Levina
Email : sales@whizol.com
Instagram : @whizol
Facebook : Whizol
LinkedIn: Utama Karya Niaga